Kamis, 03 Mei 2012

Awul blog: Bahaya Teh Celup

Thursday, April 16, 2009

Bahaya Teh Celup



Menyeduh teh celup mungkin sudah menjadi kebiasaan anda. Tetapi tau kah anda bahwa kertas permbungkus teh tersebut sangat berbahaya?

Bagi mereka yang pernah bekerja di pabrik kertas (pulp) mungkin tahu bahwa chlorine adalah senyawa kimia yang sangat jahat lingkungan.Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat kehitaman.Agar menjadi putih kertas tersebut di beri senyawa chlorine konsentrasi tinggi.
Chlorine,zat kimia yang lazim di gunakan dalam industri kertas.Fungsinya disinfektan kertas sehingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama.
Jika dilihat dari kejauhan pabrik ada asap berwarna kuning,itu adalah gas chlorine.Seringkali industri ini mendapat kecaman dari LSM karena mencemari lingkungan.

Kertas sama dengan kain karena memiliki serat. Jika anda mau menguji benar tidaknya, silahkan coba bawa tissued ke ruang studio foto, dan lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat terkena sinar ultraviolet dari lampu!
Berarti masih mengandung chlorine yang sangat tinggi.
Di negara maju produk ini harus melakukan proses neutralization dengan biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan mendapat label kesehatan. Tetapi di Indonesia, masih belum ada kewajiban seperti itu.

Mungkin anda berpikir semakin lama kantong tea di celupkan dalam air panas,makin banyak khasiat tea yang tertinggal di dalamnya.Padahal..... yang terjadi justru sama sekali berbeda!Kandungan zat chlorine di kantong kertas tea celup akan larut.Apalagi jika anda mencelupkan kantong tea lebih dari 5 menit.

Karena disinfektan,chlorine dalam jumlah besar kelihatan langsung bahanya,tetapi jumlah kecil yang terus menerus baru dirasakan dalam jangka yang cukup lama.
Banyak peneliti mencurigai kaitan antara asupan chlorine dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria,bayi lahir cacat,mental terbelakang dan kanker.

Nah, mulai sekarang jangan biarkan teh celup anda tercelup lebih dari 5 menit atau lebih baik kembali ke TEH TUBRUK!!Lebih sehat dan sedepp! hehehe......

0 komentar:

Post a Comment

 
Bahaya Tas Kresek - Blog Kesehatan - Danshenplus.com

Jumat, 26 Maret 2010

Bahaya Tas Kresek


Peringatan publik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait dengan bahaya plastik kresek, khususnya berwarna hitam agaknya belum diindahkan masyarakat. Hal itu terlihat masih banyaknya pedagang, terutama pedagang gorengan di pinggir jalan yang menjadikan plastik kresek hitam sebagai wadah gorengannya yang panas mengepul.
Tarno, pedagang gorengan yang biasa mangkal di seputar pasar Ciputat, Tangerang mengaku tidak tahu bahaya plastik kresek hitam yang digunakannya untuk wadah gorengannya. Ia menggunakan plastik kresek karena harganya yang murah.
"Kalau pakai kertas bekas harganya mahal. Nanti untungnya makin berkurang," kata pria tengah baya yang mengaku baru sekali mendengar tentang bahaya plastik kresek hitam selama 8 tahun berjualan gorengan.
Hasil penelitian I Made Arcana, dosen kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) bisa menjadi satu alasan kita menolak kantung plastik kresek sebagai wadah makan. Arcana menjelaskan, zat pewarna hitam yang digunakan untuk pewarna kantung plastik kresek itu jika terkena panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker. "Tidak dianjurkan menaruh makanan panas langsung dalam kantung plastik kresek, tetapi alasi dulu dengan daun atau kertas yang aman buat kesehatan, bukan kertas koran," ujarnya.
Namun, penting pula diketahui masyarakat bahwa plastik daur ulang itu tidak hanya dijadikan sebagai kantung plastik, tetapi juga produk lain yang selama ini tidak disadari masyarakat seperti sedotan, piring plastik kecil yang biasanya dipergunakan untuk wadah buah-buahan atau cake pada peringatan ulang tahun, dan gelas plastik berwarna.
Lantas, apa solusinya mengatasi persoalan kantong plastik? Yang pasti, lanjut Arcana, jangan pernah mencoba membakarnya. Jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia.
"Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi," ujarnya.
Selain kantung plastik kresek, pembungkus makanan lain juga patut mendapat perhatian karena bisa saja mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Selama ini masyarakat menerima dengan lumrah makanan yang dibungkus oleh kertas biasa, kertas koran atau kertas bekas majalah.
Terkadang kertas pembungkus yang kontak langsung dengan makanan itu tidak didesain khusus untuk wadah makanan, sehingga mengandung zat berbahaya seperti timbal, karbon, dan lainnya. Timbal dapat mudah berpindah ke makanan jika terkena minyak dan panas yang mampu menyebabkan kelumpuhan.
Jadi bagi anda yang suka membeli gorengan, sayur-sayuran, kue, roti, dan lain-lain yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas bukan untuk makanan seperti kertas koran, kertas majalah, kertas print-an, gunakanlah piring atas wadah lainnya yang didesain khusus untuk makanan.


Harus Dikurangi

Penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan, meski terbilang aman untuk kesehatan sebagaimana dilansir BPOM, tetapi harus dikurangi. Karena stryofoam tidak ramah lingkungan. Bahan styrofoam bersifat tahan lama dan tidak dapat terurai secara alamiah dalam waktu puluhan atau mungkin bahkan ratusan tahun.
Sementara jika styrofoam dibakar, maka racun yang menguap ke udara jika terhirup akan menetap di dalam tubuh serta dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Sebaiknya mulai dari diri sendiri tidak menggunakan dan tidak membeli makanan mimuman yang memakai styrofoam sebagai kemasan agar tidak terkena dampak yang merugikan diri kita sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar kita. Lebih baik membawa tupper ware, piring atau rantang sendiri untuk membawa makanan kesukaan kita.
Kemasan lain yang patut diwaspadai adalah plastik air minum dalam kemasan yang mengandung bahan polyethylene terephthalate atau PET yang bersifat zat karsinogen jika dipergunakan berulang-ulang. Kemasan PET tersebut hanya aman digunakan beberapa kali saja, dengan suhu normal, tanpa dicuci-cuci, tidak kena sinar matahari.
Oleh sebab itu sebaiknya kita tidak memakai ulang botol dan gelas air minum kemasan dan hanya menggunakan kemasan minuman khusus untuk minuman yang aman dari zat-zat berbahaya.
Produk kemasan yang luput dari masyarakat adalah piring, mangkok, gelas dan barang berbahan melamin. Bahan melamin untuk pembuatan barang rumah tangga seperti piring, gelas, mangkuk, mug, cetok, sendok, garpu, dan sebagainya ternyata tidak semuanya aman bagi kesehatan kita dan dapat memicu kanker.
Selain harga yang murah, bentuknya yang beraneka ragam, ringan dan tahan banting menjadi primadona dalam perkakas rumah tangga di masyarakat.




Artikel Oleh (Tri Wahyuni)
Diambil dari Suara Karya Online

1 komentar:

  1. melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

    sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

    info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org

    yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah! :)

    Salam,

    Reta Yudistyana
    Greeneration Indonesia

    --
    Greeneration Indonesia
    green attitude green environment
    Kanayakan D 35 . Bandung 40135
    Jawa Barat - Indonesia
    Telp/Fax: +62-22-2500 189
    Email: info@greeneration.org
    Web: www.greeneration.org

    BalasHapus

Beritahu BLOG ini ke teman :

www.Danshenplus.com

Foto Saya
Jogjakarta, DIY, Indonesia
Salam, Saya N. Adi Suryo dari jogja. Memiliki hobi Blogging dan senang mempelajari tentang dunia marketing dan kesuksesan. Selamat menikmati Blog saya yang sederhana ini :)

Tasly Health Video

Loading...

Modified by Blogger Tutorial

Blog Kesehatan - Danshenplus.com ©Template Nice Blue. Modified by Indian Monsters. Original created by http://ourblogtemplates.com

TOP